SOCIAL MEDIA ADVERTISING, BRAND PACKAGING, DAN LIVE STREAMING SERTA DAMPAKNYA TERHADAP IMPULSIVE BUYING PRODUK PARFUM DI TIKTOK SHOP
DOI:
https://doi.org/10.0120/jkb.v4i1.479Keywords:
Social Media Adverising, Brand Packaging, Live Streaming, Impulsive BuyingAbstract
Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mendorong perubahan signifikan dalam perilaku konsumen, termasuk peningkatan fenomena Impulsive Buying melalui platform belanja berbasis media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Social Media Adverising, Brand Packaging, dan Live Streaming terhadap Impulsive Buying pada konsumen HMNS Parfum di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis explanatory research. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan rumus Cochran dengan jumlah responden sebanyak 100 orang yang pernah melihat iklan, Live Streaming, dan melakukan pembelian produk HMNS di TikTok. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Social Media Advertising berpengaruh positif signifikan terhadap Impulsive Buying, Brand Packaging berpengaruh positif signifikan terhadap Impulsive Buying, sedangkan Live Streaming berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Impulsive Buying. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pemasaran digital khususnya dalam industri parfum lokal, serta memperkaya kajian ilmiah terkait perilaku konsumen di era media sosial.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andhika Reza Saputra, Damayanti, May Roni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten, Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk ceramah dan buku,Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri, Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebutHak untuk masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal ini

